Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”
Hati yang pernah terluka cenderung menjadi sensitif. Kata-kata sederhana bisa terasa seperti sindiran, dan tindakan kecil bisa dianggap sebagai penolakan. Jika tidak disadari, luka lama dapat membuat kita mudah tersinggung dan reaktif. Namun kasih yang sejati, menurut 1 Korintus 13, tidak mudah tersulut emosi dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Tidak menyimpan kesalahan berarti tidak mengumpulkan arsip untuk digunakan di kemudian hari. Banyak relasi rusak bukan karena satu kesalahan besar, tetapi karena tumpukan kesalahan kecil yang terus diingat dan diungkit. Kasih memilih untuk melepaskan, bukan menimbun. Ia tidak menjadikan masa lalu sebagai senjata untuk menyerang di masa kini.
Mengasihi walau terluka berarti kita belajar mengelola emosi dengan dewasa. Kita memberi ruang untuk dialog, bukan langsung bereaksi. Saat kita berhenti menyimpan kesalahan, relasi memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan dipulihkan.
Quote:
Kasih tidak mengumpulkan kesalahan, tetapi membangun pengertian.