Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Di tengah penderitaan yang begitu berat, Yesus tidak memilih membalas. Ia justru berdoa bagi mereka yang menyakiti-Nya. Itu bukan respons alami manusia, tetapi respons kasih yang ilahi. Teladan Kristus menunjukkan bahwa kasih tidak berhenti ketika luka datang.
Mengasihi seperti Kristus berarti kita memandang orang yang melukai kita dengan perspektif kasih. Mungkin mereka bertindak dari ketidaktahuan, dari luka pribadi, atau dari kelemahan karakter. Ini tidak membenarkan kesalahan, tetapi membantu kita tidak membalas dengan kebencian.
Kita memang tidak mampu mengasihi seperti itu dengan kekuatan sendiri. Tetapi saat kita meminta pertolongan Tuhan, kasih Kristus memenuhi hati kita dan memampukan kita melakukan hal yang secara manusia terasa mustahil.
Quote:
Kasih Kristus memberi kita kekuatan untuk tetap mengasihi di tengah penderitaan.