Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit…”
Kepahitan sering dimulai dari luka yang tidak diselesaikan. Awalnya hanya rasa kecewa kecil, tetapi jika terus dipelihara, ia menjadi akar yang dalam. Akar pahit membuat kita sulit percaya, mudah curiga, dan cepat menilai negatif orang lain. Tanpa sadar, luka satu orang bisa memengaruhi banyak relasi.
Firman Tuhan berkata, “Jagalah.” Artinya kita harus aktif menjaga hati. Kita perlu membawa setiap luka kepada Tuhan, bukan menyimpannya sendiri. Jika tidak, kepahitan akan menjauhkan kita dari kasih karunia Allah dan membuat hati menjadi keras.
Mengasihi walau terluka berarti memilih menjaga hati tetap lembut. Hati yang lembut masih bisa dipulihkan. Tetapi hati yang pahit sulit disentuh. Karena itu, sebelum luka berubah menjadi racun, serahkan kepada Tuhan.
Quote:
Jaga hati sebelum luka berubah menjadi kepahitan.