Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ‘Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?’ Yesus berkata kepadanya: ‘Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.’”
Petrus berpikir bahwa mengampuni tujuh kali sudah cukup besar. Namun Yesus mengoreksi cara berpikir itu dengan menunjukkan bahwa kasih tidak dihitung dengan angka. Pengampunan dalam Kerajaan Allah bukan soal batas, tetapi soal hati yang diubahkan. Kasih yang sejati tidak menunggu orang layak untuk diampuni. Ia memilih mengampuni karena telah lebih dulu menerima pengampunan.
Dalam kehidupan sehari-hari, luka dan kekecewaan sering membuat hati mengeras. Kita mudah menyimpan catatan kesalahan orang lain dan merasa berhak untuk marah. Namun selama pengampunan ditahan, hati juga ikut terikat. Tidak ada pemulihan tanpa pengampunan. Kasih yang mengampuni membebaskan bukan hanya orang lain, tetapi juga diri sendiri.
Ketika kita belajar mengampuni seperti Kristus mengampuni, hati dipulihkan. Pengampunan membuka jalan bagi relasi yang disembuhkan dan jiwa yang dilepaskan dari beban. Revival dalam hubungan dimulai dari keberanian untuk mengampuni. Dari kasih yang mengampuni, Tuhan bekerja memulihkan.
Quote:
Kasih yang sejati tidak menghitung kesalahan, tetapi memilih mengampuni.