Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Sunday 15 February 2026

MENGASIHI TANPA MEMBALAS LUKA

Roma 12:17

“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang.”

Saat seseorang melukai kita—baik melalui perkataan tajam, sikap yang mengabaikan, atau tindakan yang mengecewakan—respons alami manusia adalah membalas. Kita merasa berhak untuk membuat orang itu merasakan apa yang kita rasakan. Namun Firman Tuhan menegaskan standar yang berbeda: jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Artinya, kasih Kristen tidak ditentukan oleh perlakuan orang lain, tetapi oleh ketaatan kita kepada Tuhan.

Mengasihi tanpa membalas bukan berarti kita lemah atau tidak punya harga diri. Justru sebaliknya, itu adalah tanda kekuatan rohani. Kita memilih tidak bereaksi menurut emosi, tetapi bertindak menurut kebenaran. Membalas mungkin memberi kepuasan sesaat, tetapi meninggalkan jejak kepahitan yang panjang. Sedangkan memilih berbuat baik di tengah luka memutus rantai kebencian dan membuka kemungkinan pemulihan.

Ketika kita menolak membalas, kita sedang menyerahkan keadilan kepada Tuhan. Kita menjaga hati kita tetap bersih dan tidak terkontaminasi oleh dendam. Dan di situlah kemenangan sejati terjadi—bukan ketika kita berhasil menyakiti kembali, tetapi ketika kita berhasil tetap mengasihi.

Quote:
Kemenangan terbesar bukan saat kita membalas, tetapi saat kita tetap mengasihi.