Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…”
Tidak semua luka terjadi tanpa alasan. Ada luka yang Tuhan izinkan untuk membentuk kedewasaan kita. Saat kita dikecewakan, kita belajar membedakan antara berharap kepada manusia dan bersandar kepada Tuhan. Saat kita disalahpahami, kita belajar rendah hati. Saat kita dikhianati, kita belajar berhikmat dalam membangun kepercayaan.
Roma 8:28 tidak mengatakan semua hal itu baik, tetapi Tuhan bekerja di dalamnya untuk mendatangkan kebaikan. Luka mungkin tidak menyenangkan, tetapi di tangan Tuhan, luka bisa menjadi alat pembentukan karakter. Kita menjadi lebih empatik, lebih sabar, dan lebih peka terhadap kebutuhan orang lain.
Mengasihi walau terluka berarti kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah menyia-nyiakan air mata kita. Dari proses itu, lahir kekuatan baru dan kedewasaan yang tidak bisa diperoleh tanpa pengalaman.
Quote:
Luka di tangan Tuhan berubah menjadi pelajaran yang menguatkan.