Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.”
Daud memahami bahwa pemulihan dimulai dari hati yang hancur di hadapan Tuhan. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi pertobatan yang tulus. Hati yang patah dan remuk menjadi tanah yang siap dipulihkan. Kasih Tuhan tidak menolak orang yang datang dengan penyesalan yang sungguh.
Sering kali manusia mencoba menutupi kesalahan dengan pembenaran. Namun tanpa kerendahan hati, pemulihan sulit terjadi. Kasih Tuhan justru menarik kita untuk datang apa adanya. Ia tidak mempermalukan, tetapi memulihkan.
Ketika hati direndahkan di hadapan Tuhan, kasih-Nya bekerja menyembuhkan. Pemulihan sejati dimulai dari pengakuan dan penyerahan. Tuhan setia memulihkan hati yang datang kepada-Nya. Dari hati yang hancur, lahir kehidupan yang baru.
Quote:
Tuhan memulihkan hati yang mau direndahkan.