Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: 'Ia menumpang di rumah orang berdosa.'" Lukas 19:7
Rasul Paulus kembali mengingatkan bahwa hidup orang percaya di tengah dunia sebagai surat-surat Kristus. "...kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." (2 Korintus 3:3). Dengan kata lain orang dunia akan melihat dan memperhatikan setiap perkataan dan perbuatan kita sehari-hari.
Apakah selama ini kehidupan kita sudah menjadi berkat bagi orang lain atau malah menjadi batu sandungan? Apakah kita menjadi yang hidupnya tidak menjadi buah bibir positif, tapi malah menjadi buah bibir yang negatif bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Ini sangat menyedihkan! Kehidupan Kristen yang normal seharusnya menjadi buah bibir yang positif sebab kita dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia ini. Sebelumnya Zakheus menjadi buah bibir negatif dan menyandang 'predikat' sebagai orang berdosa karena profesinya adalah pemungut cukai. Orang-orang pun menjadi terkejut dan keheranan begitu melihat Kristus mau singgah di rumah orang berdosa itu. Di pihak lain Zakheus menjadi buah bibir positif di antara para malaikat di sorga, karena ada seorang berdosa yang bertobat. Alkitab menyatakan bahwa para malaikat di sorga turut bersukacita ketika ada seorang berdosa yang bertobat (Lukas 15:10). Zakheus yang awalnya menjadi buah bibir negatif dan hidupnya dicibir oleh banyak orang, sejak bertemu Kristus, hidupnya telah diubahkan dan menjadi buah bibir yang positif.
Kita disebut sebagai orang Kristen yang gagal bila kehidupan kita menjadi buah bibir yang negatif bagi orang-orang yang ada di sekitar. Itu artinya orang lain menjadi tersandung karena kita. Bagaimana supaya kita menjadi buah bibir yang positif? Harus menghasilkan buah-buah pertobatan, yang di dalamnya ada buah roh (Galatia 5:22-23).
Perubahan hidup kita yang tampak nyata adalah kesaksian yang lebih kuat daripada perkataan kita!