Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku." Mazmur 34:2
Tak banyak orang Kristen mampu menjaga mulutnya untuk tidak memperkatakan hal-hal yang negatif ketika menghadapi masalah atau kesulitan. Begitu masalah datang, seketika itu pula terlontar omelan, keluhan dan persungutan.
Daud bukanlah orang yang hidup tanpa masalah. Sekalipun menghadapi masalah tak membuatnya larut dalam kepedihan dan mengasihani diri sendiri, melainkan ia bertekad untuk memuji Tuhan pada segala waktu, artinya di segala keadaan, baik atau tidak baik waktunya, susah atau senang, puji-pujian bagi Tuhan adalah hal yang teramat penting bagi orang percaya! Ketahuilah bahwa ketika kita memuji dan memuliakan Tuhan kita sedang mengaplikasikan iman kita dalam perbuatan. Sama seperti tubuh jasmani perlu bergerak atau berolahraga agar menjadi kuat, sehat, dan bugar, begitu pula kita perlu mengaplikasikan iman melalui doa, penyembahan, pujian dan ucapan syukur.
Inilah yang juga dilakukan Abraham ketika sedang menanti-nantikan janji Tuhan: "Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan." (Roma 4:20-21). Janji Tuhan adalah ya dan amin! Tuhan tidak pernah ingkar dengan janji-Nya (Bilangan 23:19). Jangan sekali-kali merasa bimbang, sebab jika kita bimbang sama artinya kita tidak percaya kepada Tuhan. Kebimbangan adalah lawan dari iman! "Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." (Yakobus 1:7). Kebimbangan ibarat tembok tebal yang menghalangi kita untuk dapat melihat pekerjaan Tuhan dinyatakan. Secara akal Abraham punya alasan untuk tidak memercayai janji Tuhan dan menjadi lemah, tapi ia terus melatih 'otot-otot' imannya melalui pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Akhirnya Abraham pun mengalami penggenapan janji Tuhan sesuai dengan waktunya Tuhan.
Jangan berhenti memuji-muji Tuhan, karena di dalam puji-pujian ada kekuatan iman!