Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Thursday 22 January 2026

SAAT JIWA KEMBALI HAUS

Mazmur 42:2

Dasar Firman:
“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.”
(Mazmur 42:2)

Renungan:
Ada kelelahan yang tidak bisa diselesaikan dengan tidur, dan ada kekosongan yang tidak bisa diisi oleh kesibukan. Pemazmur tidak menggambarkan jiwanya sebagai kuat, tetapi haus. Ia tidak menutupi kebutuhannya akan Tuhan. Revival selalu dimulai dari kejujuran—saat seseorang berani mengakui bahwa jiwanya kering dan membutuhkan hadirat Allah.

Kerinduan kepada Tuhan bukan tanda iman yang lemah, justru tanda bahwa iman masih hidup. Jiwa yang haus masih mencari sumbernya. Ketika kerinduan itu diarahkan kepada Tuhan, hati perlahan dilembutkan dan fokus hidup dipulihkan. Kita berhenti mencari kepuasan di tempat yang salah.

Hari ini, jangan abaikan rasa haus rohani. Biarkan kerinduan itu membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. Dari jiwa yang haus, Tuhan membangkitkan api yang baru.

Quote:
“Revival selalu diawali oleh jiwa yang jujur mengakui bahwa ia haus akan Tuhan.”