Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Dasar Firman:
“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”
(Wahyu 2:4)
Renungan:
Tuhan menegur jemaat Efesus bukan karena mereka berhenti melayani, melainkan karena mereka berhenti mengasihi. Secara luar, mereka tampak benar, aktif, dan kuat dalam doktrin. Namun di hadapan Tuhan, ada satu kehilangan besar: kasih yang mula-mula. Ini menunjukkan bahwa aktivitas rohani tidak selalu mencerminkan kondisi hati.
Hal yang sama bisa terjadi hari ini. Kita bisa setia secara jadwal, tetapi jauh secara relasi. Pelayanan berubah menjadi kewajiban, doa menjadi rutinitas, dan ibadah kehilangan kehangatan. Tanpa disadari, kita bekerja untuk Tuhan tanpa benar-benar berjalan bersama Tuhan. Revival tidak mungkin terjadi jika kasih hanya tersisa sebagai kenangan.
Firman ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya dengan jujur: apakah Tuhan masih menjadi yang terutama, atau hanya bagian dari rutinitas hidup? Kebangunan rohani dimulai ketika kasih kepada Tuhan dipulihkan, bukan sekadar kegiatan rohani ditambah.
Quote:
“Kasih yang memudar sering tersembunyi di balik kesibukan rohani.”