Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Dasar Firman:
“Api harus dijaga supaya tetap menyala di atas mezbah, janganlah api itu padam.”
(Imamat 6:13)
Renungan:
Dalam hukum tentang korban bakaran, Tuhan memberi perintah yang sangat tegas: api di atas mezbah tidak boleh padam. Api itu bukan sekadar simbol ibadah, melainkan tanda kehadiran Allah yang terus dijaga. Artinya, hubungan dengan Tuhan tidak boleh bersifat sesekali. Api rohani harus dipelihara, bukan hanya dinikmati saat menyala besar.
Masalah banyak orang percaya bukan kehilangan api secara tiba-tiba, melainkan membiarkannya padam perlahan. Kesibukan, kekecewaan, rutinitas, dan kompromi kecil membuat mezbah diabaikan. Kita masih beraktivitas, masih beribadah, tetapi api itu tidak lagi menyala hangat. Revival terhenti ketika mezbah tidak lagi dijaga.
Hari ini firman ini memanggil kita kembali kepada tanggung jawab pribadi. Tuhan menyediakan api-Nya, tetapi kitalah yang menjaga mezbahnya. Kesetiaan dalam hal-hal sederhana sering kali menjadi penentu apakah api itu tetap menyala atau padam.
Quote:
“Api yang Tuhan beri dalam hidup kita padam bukan karena Tuhan diam, tetapi karena kita meninggalkan mezbah.”