Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Monday 25 April 2022

TIDAK MENGASIHI DUNIA: Tidak Berkompromi Dengan Dosa!

Baca: 1 Yohanes 2:7-17

"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu."  1 Yohanes 2:15

Keberadaan hidup orang percaya di tengah dunia adalah untuk menjadi berkat atau kesaksian bagi dunia.  Karena itu kita dituntut memiliki kehidupan yang 'berbeda' dari orang-orang dunia.  Tertulis:  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."  (Roma 12:2).  Jika hidup kita tidak jauh berbeda dari orang dunia berarti kita telah gagal menjadi orang Kristen.  Bahkan Yakobus dengan keras menyatakan:  "Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah."  (Yakobus 4:4).  Jika seseorang mengasihi dunia ini bisa dipastikan bahwa dia tidak mengasihi Tuhan dengan sepenuhnya, karena ia lebih mengutamakan perkara-perkara duniawi dan mengabaikan perkara-perkara rohani.

     Keduaniawian merupakan suatu roh yaitu suatu atmosfer, suatu pengaruh yang menembus seluruh kehidupan manusia.  Sehubungan dengan ayat nas di atas, tidak berarti bahwa di dalam masyarakat kita harus berlaku seperti 'orang suci', hidup menyendiri dan tidak lagi bersosialisasi.  Tetapi yang dimaksud di sini adalah tidak boleh hidup menurut cara hidup dunia ini yang cenderung berkompromi dengan dosa dan hidup dalam kedagingan.  Dewasa ini banyak orang Kristen yang 'bergandengan tangan' dengan dunia ini sehingga sulit dibedakan manakah orang Kristen dan mana yang 'orang dunia'.  Hal ini janganlah sampai terjadi!  Terlebih-lebih menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang sudah di ambang pintu, kita harus berjuang untuk hidup benar dan tidak bercacat-cela.  Kita harus tegas terhadap dosa!

     Firman Tuhan berkata,  "...hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging."  (Galatia 5:16), dan  "...barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu."  (Galatia 6:8).

Bukti kalau kita tidak mengasihi dunia adalah tidak berkompromi dengan dosa, sebaliknya hidup menurut pimpinan Roh Tuhan!