Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih." Efesus 4:16
Tuhan tidak ingin kita hanya sekedar menjadi orang percaya, tapi ingin agar kita melangkah menjadi murid. Kata murid berasal dari kata disiplin. Kedua kata itu berasal dari bahasa Latin discipulus, yang berarti murid. Menurut American Heritage Dictionary, dua definisi utama dari disiplin adalah: 1. Pelatihan, yang diharapkan menghasilkan suatu karakter khusus atau pola perilaku. 2. Perilaku yang dihasilkan dari latihan pendisiplinan, pengendalian diri. Inilah panggilan bagi gereja! Ada banyak gereja yang terlalu disibukkan dengan berbagai kegiatan kerohanian atau agenda pelayanan, tetapi mereka malah mengabaikan Amanat Agung Tuhan yaitu membawa jemaatnya kepada proyek pemuridan. Murid dalam kekristenan bukanlah orang yang harus terdaftar di sekolah Alkitab terlebih dahulu, tapi semua orang percaya yang mau diajar dan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan rohani yang baik.
Pada gereja mula-mula orang-orang percaya lebih dikenal sebagai murid-murid, oleh karena mereka telah menunjukkan kualitas hidup seperti yang Tuhan kehendaki, salah satunya adalah tetap berada di dalam firman-Nya. "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku." (Yohanes 8:31). Murid harus menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan apa yang diajarkan kepadanya, hidup tidak menyimpang dari firman Tuhan (menaati firman-Nya). Oleh karena itu ia harus memberi diri untuk dididik dan diajar oleh firman Tuhan. Inilah yang dilakukan jemaat gerja mula-mula. "Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan." (Kisah 2:42).
Dengan pendewasaan atas setiap individu yang telah diselamatkan, orang percaya akan semakin diteguhkan imannya sehingga mereka tidak mudah diombang-ambingkan ajaran-ajaran menyesatkan. Jadi gereja harus mampu menjadi sekolah Alkitab dan tempat pembentukan karakter orang percaya menuju kehidupan yang serupa dengan Kristus!