Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Wednesday 20 April 2022

RASUL PAULUS: Kekristenan yang Berkualitas!

Baca: Roma 1:8-15

"Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma."  Roma 1:15

Sebagai orang Kristen kita memiliki tanggung jawab yang tidak mudah, karena sebagai pengikut Kristus hidup kita juga harus mencerminkan Kristus dan meneladaniNya.  Jika tidak, kita belum layak disebut sebagai orang Kristen yang sejati, karena semua tindakan dan perbuatan kita haruslah sesuai dengan firman Tuhan.  Inilah yang dikehendaki Tuhan,  "supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,"  (Filipi 2:15).

     Hidup tiada beraib, tiada bernoda, tiada bercela dan bercahaya di tengah-tengah dunia adalah kualitas hidup orang Kristen yang sesungguhnya.  Seringkali orang salah dalam mengukur kualitas hidup seseorang.  Orang dunia menilai bahwa seseorang dikatakan berkualitas apabila ia berpendidikan tinggi, mempunyai karir yang menanjak, berpengalaman banyak, memiliki kekayaan yang melimpah dan sebagainya.  Tapi itu berbeda dengan ukuran yang dipakai Tuhan!  "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;  manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati."  (1 Samuel 16:7b).

     Kehidupan rohani yang berkualitas inilah yang juga diteladankan rasul Paulus bagi orang percaya:  saat berada di penjara sekali pun Paulus tetap bisa mengucap syukur kepada Tuhan (ayat 8).  Meski mengalami tindasan, aniaya, penderitaan dan ujian dia tidak pernah mengeluh atau bersungut-sungut.  Hal ini menunjukkan bahwa motivasi Paulus dalam melayani Tuhan benar-benar tulus dan murni demi kemuliaan nama Tuhan (ayat 9).  Apa kuncinya sehingga Paulus bisa seperti itu?  Berdoa! (ayat 10).  Tanpa doa, Paulus tidak akan mampu setegar itu;  Tanpa doa, pelayanan Paulus tidak akan berdampak.  Doa harus menjadi nafas hidup orang percaya!  Karena itu ia selalu menasihatkan:  "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus."  (Efesus 6:18b).  Sudah seharusnya setiap kita, bukan hanya pelayan Tuhan, meneladani hidup Paulus ini.  Jangan sampai kita melayani Tuhan tapi dengan motivasi tidak benar.

Selalu bersyukur, tulus melayani Tuhan dan tekun dalam doa adalah kunci untuk menjadi orang Kristen yang berkualitas!