Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Thursday 19 October 2023

JANGAN ADA LAGI ALASAN ATAU DALIH

Baca: Lucas 5:1-11

"Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."  Lukas 5:10

Seorang yang berkomitmen untuk melayani pekerjaan Tuhan dengan sepenuh hati, lebih dari apa pun, adalah orang-orang pilihan Tuhan, sebab ada tertulis:  "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."  (Matius 22:14).  Itu adalah tanda orang yang dewasa rohani, sebab kedewasaan rohani tidak pernah berhenti pada kepentingan diri sendiri, melainkan mau memikul sebuah tanggung jawab.  Orang yang dewasa rohani adalah tanda ia memiliki iman yang hidup, iman yang disertai dengan perbuatan.  "Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati."  (Yakobus 2:17).  Orang yang dewasa rohani tidak lagi hanya minta dilayani, tapi sudah melangkah untuk memberi diri melayani orang lain;  tidak lagi hanya berfokus pada berkat atau meminta berkat, tapi punya kerinduan untuk bisa menjadi berkat.

     Simon yang disebut Petrus, Andreas  (Saudaranya), Yakobus dan Yohanes  (anak-anak Zebedeus), ketika mendengar panggilan Tuhan:  "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."  (Matius 4:19), mereka menghela perahu-perahunya ke darat, meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Kristus  (Markus 5:11).  Begitu pula Paulus yang mengalami titik balik dalam hidupnya setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan.  Sejak saat itu fokus hidup Paulus tidak lagi berpusat pada kepentingan diri sendiri, tapi memberi seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan dengan satu tekad:  "...bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."  (Filipi 1:21-22b).

     Orang yang dewasa rohani tidak akan punya banyak alasan dan dalih ketika mendengar panggilan Tuhan, tetapi ia akan merespons panggilan Tuhan ini dengan sepenuh hati.  Melayani Tuhan dan pekerjaan-Nya bukan berarti harus meninggalkan pekerjaan  (profesi), berada di gedung gereja selama 24 jam, atau menjadi seorang fulltimer.  Yang terutama adalah:  "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."  (Kolose 3:23).  Inilah esensi dari sebuah pelayanan yang sesungguhnya!

"...waktu ini adalah waktu perkenanan itu;"  (2 Korintus 6:2b), tunggu apa lagi?  Tuhan segera datang dan Ia akan meminta pertanggungjawaban dari kita.