Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Friday 20 December 2024

KRISTUS SEBAGAI IMAM BESAR AGUNG

Baca: Ibrani 9:11-28

"demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia."  Ibrani 9:28

Keimamatan Kristus tidak dapat disamakan dengan pribadi dan peran para imam lain yang hidup di zaman Perjanjian Lama.  Menggapa?  Para imam di Perjanjian Lama mempersembahkan hewan sebagai korban penghapusan dosa dan itu hanya menutup dosa untuk sementara waktu, tetapi pengorbanan Kristus itu sekali dan berlaku untuk selama-lamanya.  Ini berarti karya keselamatan yang dikerjakan Kristus dengan mempersembahkan diri-Nya sebagai korban dapat menyelamatkan semua orang berdosa yang mau percaya kepada-Nya, dari zaman ke zaman.

     Alkitab secara tegas menyatakan bahwa keimaman Kristus itu tidak akan pernah dapat beralih atau tergantikan oleh siapa pun:  "...Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya"  (Ibrani 7:21), dan Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui-Nya  (Yohanes 14:6).  Karena itu  "Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka."  (Ibrani 7:25).  Melalui karya pengorbanan Kristus yang sekali untuk selamanya ini setiap kita yang percaya kepada-Nya beroleh keberanian untuk menghampiri takhta kasih karunia Bapa, mendapatkan pengampunan dosa dan keselamatan yang pasti dan bersifat kekal.  Dialah Imam Besar Agung yang sanggup menyelamatkan, dan tidak ada lagi yang dapat manusia lakukan untuk menambahi atau mengurangi kesempurnaan korban Kristus.

     Tertulis:  "...jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,"  (Ibrani 9:13-14).

Kristus dengan membawa korban yang sempurna dan tak bercacat yaitu tubuh-Nya dan darah-Nya, menghasilkan pengampunan dosa dan keselamatan kekal.