Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus." Kisah 5:41
Hari-hari kita di dunia ini penuh warna. "...ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;" (Pengkhotbah 3:4).
Umumnya ketika dihadapkan pada masalah, penderitaan atau beratnya beban hidup yang harus ditanggung, orang akan menangis, meratap dan murung. Sebaliknya orang akan bersukacita, tertawa, bergembira, bahagia dan menari-nari ketika keadaan atau situasi yang dialami sedang menyenangkan. Kita beranggapan bahwa kebahagiaan hidup sangat ditentukan oleh situasi atau apa yang dimiliki (uang atau kekayaan). Itulah yang seringkali menjadi dasar dan sumber kebahagiaan semua orang. Dengan kata lain jika kita menikmati segala kemudahan dan kesenangan duniawi, saat itulah kita berbahagia dan bergembira. Kalau yang sedang kita hadapi adalah kesulitan, tantangan atau masalah, kita pun merasa punya alasan yang kuat untuk tidak bahagia dan gembira. Kesalahan dalam memaknai arti kebahagiaan inilah yang seringkali membuat banyak orang tidak merasakan kebahagiaan yang sejati. Kita lebih sering tidak merasakan kebahagiaan karena kita salah memaknai arti kebahagiaan itu. Padahal jelas sekali keinginan manusia itu sungguh tiada batasnya, seperti tertulis: "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya." (Pengkhotbah 5:9).
Murid-murid Kristus jemaat mula-mula harus menghadapi masalah dan penderitaan karena imannya kepada Kristus dan kegigihannya dalam memberitakan Injil. Adakalanya mereka harus menjalani sidang di Mahkamah Agama demi mempertanggungjawabkan iman mereka. Namun meski berada dalam tekanan, himpitan, ancaman dan tantangan yang teramat berat, di mana nyawa menjadi taruhannya, mereka tidak menunjukkan mimik wajah yang sedih, stres atau takut, tapi mereka tetap bergembira. Mereka bergembira bukan karena sudah disuap dengan sejumlah uang untuk tutup mulut, melainkan karena mereka telah menderita bagi Kristus dan kemajuan Injil.
"Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia." 1 Petrus 3:14