Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Yohanes 13:13
Di kalangan orang Kristen awam, sebutan Yesus sebagai Guru mungkin kurang familiar di telinga. Umumnya mereka lebih sering mendengar nama Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat atau Penebus dosa. Kata guru tentunya memiliki keterkaitan dengan murid dan juga ajaran. Di hadapan murid-murid-Nya Tuhan Yesus mengatakan, "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." (ayat nas). Menurut Wikipedia Indonesia, definisi guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Mengapa Tuhan Yesus disebut sebagai Guru Agung? Karena Dia mengajar orang-orang di mana pun berada, tidak terbatas ruang dan waktu: di tepi laut, di atas bukit, di atas perahu, di dekat sumur, di rumah atau saat dalam perjalanan. Ajaran Tuhan Yesus bersifat Alkitabiah, artinya semua yang Dia ajarkan berasal dari Kitab Suci, yaitu "...firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ..." (Ibrani 4:12a). Dari manakah Tuhan Yesus beroleh hikmat untuk mengajar? Dari Bapa di sorga! "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku," (Yohanes 14:10). Karena itu Tuhan Yesus menjadi orang yang paling berhikmat yang pernah hidup di muka bumi ini. Selain mengajar, membimbing, melatih, dan mendidik murid-murid-Nya Tuhan Yesus juga memberikan teladan hidup. Dengan kata lain Tuhan Yesus mempraktekkan apa yang Ia ajarkan. "sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (Yohanes 13:15).
Sebagai pengikut-Nya kita pun wajib meneladani kehidupan Tuhan Yesus. "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6).
Sebagai Guru Agung Tuhan Yesus bukan sekedar mengajarkan tentang Kerajaan Allah dan kebenaran, tetapi Dia memberi teladan hidup dalam kebenaran kepada umat-Nya.