Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Tuesday 22 August 2023

KASIH SEORANG IBU

Baca: Amsal 1:8-19

"Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu."  Amsal 1:8

Ada kata pepatah mengatakan:  "Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah."  Pepatah ini menggambarkan bahwa kasih seorang ibu kepada sang anak tak terbatas dan tiada berakhir, laksana jalan yang tiada berujung.  Sementara kasih anak kepada sang ibu sangat terbatas sebagaimana galah  (tongkat).  Contoh kasih ibu yang tak terbatas ini ditunjukkan oleh Nancy Matthews Edison, yang adalah ibu dari penemu bola lampu yaitu Thomas Alva Edison.

     Semasa kecil Thomas adalah anak yang memiliki gangguan dalam hal pendengaran, dinilai sebagai anak yang lambat dalam berpikir serta tidak punya bakat, sehingga ia terpaksa dikeluarkan oleh pihak sekolah sehingga Thomas pun hanya mengenyam pendidikan formal di sekolah selama 3 bulan.  Dalam kondisi seperti itu pasti banyak orang menilai bahwa anak ini akan bermasa depan suram.  Tapi berkat kesabaran dan kasih yang tulus dari ibunya, perlahan tapi pasti, Thomas kecil pun mulai meretas masa depannya.  Sang ibu, yang kebetulan berprofesi sebagai guru, memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi anaknya di rumah.  Meski memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan tidak menyurutkan semangat sang Ibu untuk terus mendidik dan mengajar anaknya.  Gayung pun bersambut, Thomas tidak menyia-nyiakan segala usaha, jerih lelah dan perjuangan sang ibu, ia mau belajar dan patuh kepada semua nasihat ibunya.  Meskipun tidak mengikuti proses belajar secara formal di sekolah, Thomas sudah memiliki curiosity  (rasa ingin tahu)  yang sangat tinggi dan gemar sekali mencoba hal-hal yang baru.  Alhasil, Thomas menjadi salah seorang penemu paling jenius yang pernah ada di dunia ini, dengan 1.093 hasil penemuan.  Luar biasa!

     Salomo mengingatkan agar anak-anak tidak menyia-nyiakan ajaran ibunya  (ayat nas), dan rasul Paulus pun menasihati,  "Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian."  (Efesus 6:1).  Jika kita berperan sebagai orangtua, berikanlah yang terbaik dari waktu, tenaga dan pikiran semaksimal mungkin untuk anak-anak, maka kelak kita akan menikmati buah dari kerja keras itu.

Di balik kehebatan seorang Thomas Alva Edison, ada seorang ibu yang luar biasa!