Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Monday 21 August 2023

KASIH Itu Tidak Egois

Baca: 1 Korintus 12:12-31

"Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita."  1 Korintus 12:26

Rasul Paulus memperingatkan semua orang percaya bahwa sehebat apa pun mereka melayani pekerjaan Tuhan, mahir berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahkan bahasa malaikat, mempunyai berbagai karunia dan sebagainya, namun jika tidak memiliki kasih semua itu tidak berguna dan tidak ada faedahnya  (baca  1 Korintus 13:1-3).

     Itu adalah bukti bahwa kasih memegang peranan sangat penting dalam kehidupan orang percaya,  "...sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih."  (1 Yohanes 4:7-8).  Orang-orang dunia pun tidak melihat seberapa rajin kita beriadah dan seberapa sibuk kita melayani pekerjaan Tuhan, yang mereka lihat adalah buahnya.  Karena itu jangan pernah merasa bangga dengan  'label'  sebagai orang Kristen bila dalam keseharian hidup kita tidak ada buah Roh yang dihasilkan.  "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan."  (Matius 3:8).  Tanpa buah Roh kekristenan kita hanyalah teori, tapi prakteknya NOL.

     Kasih seperti apa yang Tuhan kehendaki?  Yaitu kasih yang tidak mementingkan diri sendiri  (egois).  Dunia sekarang ini penuh orang-orang egois, yang hanya terfokus pada diri sendiri dan tidak punya kepekaan atau rasa empati terhadap orang lain.  Itulah keadaan manusia pada akhir zaman  (baca  2 Timotius 3:1-4).  Rasul Paulus memperingatkan bahwa semua orang percaya adalah bagian dari satu tubuh.  "Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota."  (1 Korintus 12:14).  Jika satu bagian tubuh itu sakit dan menderita, tidakkah anggota tubuh lainnya juga turut merasakannya?  "...supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan."  (1 Korintus 12:25).  Ketika melihat saudara seiman lain sedang berada dalam penderitaan, tidakkah hati kita tergerak untuk menolongnya?  "Barangsiapa...menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"  (1 Yohanes 3:17).

Wujud nyata dari kasih adalah memberi, bukan hanya menerima!