Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud." Yesaya 55:3
Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut dengan tujuan yang sangat jelas yaitu supaya manusia lebih banyak mendengar dan sedikit berbicara. Dalam praktek hidup sehari-hari yang terjadi justru kebalikannya! Banyak orang lebih suka berbicara daripada mendengar: mudah sekali berkomentar, mudah sekali menghujat, mudah sekali menghakimi, mudah sekali mengkritik, mudah sekali menggosip dan sebagainya. Ada tertulis: "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." (Amsal 10:19).
Tuhan berfirman melalui Yesaya: "Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud." (Yesaya 55:3). Tuhan ingin kita senantiasa menyendengkan telinga mendengar Dia berbicara. Selama ini tanpa disadari kita terlalu sibuk berbicara kepada orang lain, banyak bicara kepada Tuhan dalam doa-doa yang dipenuhi segudang permintaan, tapi kita tak memberi kesempatan Tuhan berbicara, tak menghiraukan perkataan Tuhan: "Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar." (Yesaya 42:20). Padahal Tuhan ingin sekali berbicara kepada kita dan Ia mau kita dengar-dengaran akan Dia. Tuhan berbicara kepada kita dengan berbagai cara, termasuk melalui hamba-hamba-Nya yang Ia percaya untuk menyampaikan isi hati-Nya.
Mendengarkan Tuhan berbicara adalah langkah menuju kehidupan dan berkat (ayat nas). Nuh adalah contoh orang yang dengar-dengaran akan suara Tuhan. Ketika Tuhan berfirman untuk memberitahukan segala rencana-Nya (Kejadian 6:13-21), Nuh mendengarkan dengan baik, lalu melakukan tepat seperti yang Tuhan firmankan. Karena mau mendengar dan taat, Nuh dan seisi keluarga selamat dari air bah yang menenggelamkan bumi.
Banyak mendengar firman Tuhan dan taat melakukan pasti diselamatkan dan diberkati!