Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Suatu pagi, saat sedang berjalan santai, saya melihat sinar matahari menerpa permukaan Danau Michigan dari sebuah sudut yang sempurna sehingga menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Saya meminta teman saya untuk berhenti dan menunggu sebentar sembari saya memposisikan kamera untuk mengambil foto. Karena posisi matahari tadi, saya tidak dapat melihat layar ponsel saya sebelum memotret. Namun, karena pernah melakukan ini sebelumnya, saya merasa hasil fotonya nanti akan bagus. Saya mengatakan kepada teman saya, “Kita memang tidak bisa melihatnya sekarang, tapi hasil foto seperti ini pasti bagus.”
Berjalan dengan iman di sepanjang kehidupan sering kali seperti mengambil foto tadi. Meski kamu tidak selalu dapat melihat detailnya pada layar kamera, bukan berarti foto yang dihasilkan tidak bagus. kamu tidak selalu bisa melihat Allah bekerja, tetapi kamu dapat percaya bahwa Dia sedang berkarya dengan cara-Nya. Inilah yang dikatakan oleh penulis Kitab Ibrani, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (11:1). Dengan iman, kita meletakkan keyakinan dan jaminan kita di dalam Allah—terutama saat kita tidak dapat melihat atau memahami apa yang sedang Dia lakukan.
Meski kita tidak melihat, tetapi dengan iman, kita tetap melangkah. Mungkin itu justru membuat kita lebih sungguh berdoa dan mencari arahan Allah. Kita juga dapat mengandalkan pengetahuan kita tentang apa yang pernah terjadi dalam hidup orang-orang di masa lalu yang telah berjalan dengan iman (ay.4-12) maupun dalam kisah hidup kita sendiri. Apa yang pernah Allah lakukan sebelumnya, dapat dilakukan-Nya lagi. —Katara Patton
Orang-orang percaya yang setia ini beriman kepada Allah sekalipun mengalami kesulitan dan kekecewaan karena belum “memperoleh apa yang dijanjikan itu” (ay. 39). —K.T. Sim
Apa yang kamu percaya akan Allah lakukan meski mungkin kamu tidak melihatnya dengan jelas saat ini? Kelepasan seperti apa yang pernah Allah kerjakan bagi kamu atau keluarga kamu di masa lalu?
Bapa Surgawi, terima kasih untuk segala karya-Mu dalam memeliharaku di masa lalu. Tolonglah aku melangkah dengan iman meskipun aku tak dapat melihat semua yang sedang Engkau lakukan.