Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Daud bisa berkelana ke mana saja ia mau, menjelajah tempat-tempat eksotik di mana pun karena ia punya harta kekayaan, tapi satu hal luar biasa yang patut kita teladani, ia justru lebih cinta berada di rumah Tuhan. "TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam." (Mazmur 26:8), sebab "...lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik." (Mazmur 84:11). Rasa cintanya terhadap rumah Tuhan melebihi apa pun! bagi Daud berlama-lama di rumah Tuhan pun tidak menjadi masalah, karena ia menikmati persekutuan yang indah dengan Tuhan. Daud begitu merasakan kenikmatan dan kepuasan dalam ibadah karena ia mencintai dan mengasihi Tuhan.
Banyak orang Kristen justru merasa tidak betah jika harus berlama-lama di bait Tuhan dengan berbagai alasan: lagu-lagunya tidak menyenangkan, yang khotbah orang-orang itu saja, isi khotbahnya pun sungguh monoton dan tidak berbobot, sehingga meskipun tubuh jasmani tampak berada di dalam gedung gereja, sesungguhnya pikiran mereka sedang menjelajah ke seluruh dunia. Bagi mereka hal yang memberikan kenikmatan dan kepuasan hidup adalah justru ketika berada di luar jam-jam peribadatan. Inikah yang disebut mengasihi Tuhan? Kalau kita mengasihi Tuhan roh yang menyala-nyala pasti ada di dalam diri kita sehingga ibadah dan pelayanan bukan lagi menjadi suatu beban atau aktivitas yang membosankan, tapi menjadi suatu kenikmatan dan kepuasan yang melebihi perkara apa pun di dunia ini.
Perhatikan! Hari-hari ini kita sedang berada di penghujung zaman, di mana kedatangan Tuhan sudah semakin dekat. Teruskah kita mencari dan mengejar kenikmatan dan kepuasan yang bersumber dari dunia ini? Ataukah kita meneladani Daud yang begitu mengasihi Tuhan dan menempatkan perkara-perkara rohani sebagai yang utama dalam hidupnya? "...carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." (Kolose 3:1-2).
Kepuasan dan kenikmatan hidup sejati hanya akan kita dapatkan ketika kita bersekutu dengan Tuhan dan menikmati bait-Nya!