Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Lukas 7:9
Seorang hamba yang setia melakukan tugas dan dapat dipercaya pasti sangat dikasihi, sebab "Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya;" (Amsal 19:22).
Dalam bacaan di atas, begitu tahu hambanya sedang sakit tuannya pun menunjukkan perhatiannya dan berusaha mencari jalan untuk kesembuhannya. Ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus berada di Kapernaum perwira itu menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi untuk memberitahukan hal itu kepada Tuhan dan meminta-Nya datang menyembuhkan hambanya itu. Yesus pun menyatakan kesediaan-Nya. Tetapi perwira itu menganggap diri tidak layak dikunjungi oleh-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu." (Lukas 7:6-7). Pernyataan ini menunjukkan bahwa perwira itu memiliki kerendahan hati. Meskipun sebenarnya ia adalah orang yang berpangkat atau terpandang tapi ia tidak memegahkan diri. Kerendahan hati adalah modal penting untuk menghadap Tuhan, sebab Tuhan mengasihi orang-orang yang punya kerendahan hati. "...orang yang rendah hati dikasihani-Nya." (Amsal 3:34), dan menentang orang-orang yang congkak. "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6). Ada kalimat bijak mengatakan, "Kerendahan hati dapat membuat seseorang terlihat istimewa di mata orang lain." Perwira itu juga memiliki iman yang luar biasa. "Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh." (Lukas 7:7b).
Sikap perwira ini sungguh jauh berbeda bila dibandingkan dengan Naaman yang merasa diri sebagai orang 'penting' yang berharap supaya abdi Tuhan datang kepadanya dan melakukan seperti yang diharapkan (baca 2 Raja-Raja 5:11). Tanpa harus menumpangkan tangan kepada hambanya, perwira dari Kapernaum itu sangat percaya Yesus sanggup menyembuhkan sakit yang diderita hambanya itu. Iman perwira Romawi itu melampaui iman yang Tuhan Yesus lihat di kalangan orang-orang Yahudi sendiri.
Ingin mengalami pemulihan dan kesembuhan? Milikilah kerendahan hati dan iman yang hidup seperti yang dimiliki oleh perwira Romawi itu.