Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Janji-Mu sangat teruji, dan hamba-Mu mencintainya." Mazmur 119:140
Setiap orang di dunia ini umumnya pernah berjanji kepada orang lain atau dijanjikan sesuatu oleh orang lain. Misalnya: orangtua berjanji membelikan sesuatu kepada anaknya; anak berjanji akan membahagiakan ayah-ibu di masa tuanya; seorang pemuda berjanji kepada kekasihnya; seorang pemimpin perusahaan berjanji untuk menyejahterakan karyawannya dan sebagainya. Faktanya: tidak semua janji yang diucapkan oleh manusia itu ditepati, bahkan manusia memiliki kecenderungan untuk mengingkari janji yang pernah diucapkannya. Itulah sifat manusia: terlalu mudah membuat janji dan semudah itu pula mengingkarinya. Puji syukur kita punya Tuhan yang tidak pernah ingkar terhadap apa pun yang dijanjikan-Nya. Jika Tuhan yang berjanji Ia pasti akan menepati janji-Nya.
Sebagai orang percaya kita adalah orang-orang yang berhak memperoleh janji-janji Tuhan. Di manakah kita temukan janji-janji Tuhan? Alkitab! Karena itu sediakan waktu untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari supaya kita memahami betapa tak terhitungnya janji-janji Tuhan bagi umat-Nya, baik itu janji yang sudah digenapi-Nya, sedang digenapi-Nya dan yang akan digenapi-Nya. Percayalah bahwa cepat atau lambat semua janji Tuhan pasti digenapi-Nya. "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" (Bilangan 23:19). Janji Tuhan inilah yang menjadi pengharapan orang percaya!
Keadaan dunia ini boleh saja berubah, situasi ekonomi boleh saja berubah, tetapi kita percaya bahwa janji Tuhan tidak pernah berubah. Janji-Nya tetap 'ya' dan 'amin'. "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu." (Matius 24:35). Apa pun yang ada di dunia ini boleh saja bergoncang, tapi kita tetap percaya bahwa "...kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan," (Ibrani 12:28). Selama kita tidak terpengaruh oleh situasi, tetap percaya kepada firman-Nya, tekun menanti-nantikan Tuhan, serta setia mengerjakan apa yang menjadi bagian kita, janji Tuhan pasti akan tergenapi dalam hidup ini.
"Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu." Mazmur 119:38