Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Seorang pemain sepakbola melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan tim lawan mendapatkan sebuah gol. Ia sedih, tapi sang kapten segera mendorong untuk melupakan kesalahan dan menyemangatinya untuk bermain dengan lebih baik. Ia pun kemudian bermain dengan segenap kemampuannya dan berhasil memenangkan pertandingan.
Kemampuan mengampuni diri sendiri adalah sesuatu yang sangat penting. Dengannya, sebuah tragedi akan membuahkan hal-hal yang indah. Tanpanya, sebuah tragedi akan membuahkan tragedi baru.
Ini pula yang terjadi pada keluarga dalam bacaan Alkitab hari ini. Si bungsu sudah membawa tragedi pada keluarganya dengan pergi untuk berfoya-foya. Tapi karena kasih ayahnya, ketika akhirnya ia pulang, ayahnya langsung mengampuni dan bahkan membuatkan pesta untuknya. Dapat kita bayangkan betapa menyesal dan malunya ia saat itu. Tapi kalau ia berkubang dalam penyesalannya dan menolak pengampunan ayahnya dengan melarikan diri lagi karena merasa malu, hati sang ayah akan kembali hancur dan menghasilkan tragedi yang baru.
Itu juga yang akan terjadi kalau kita gagal mengampuni diri sendiri meski Tuhan sebetulnya sudah mengampuni kita. Memang penting untuk menyadari keberdosaan kita dan menyesalinya dengan mendalam. Tapi kita juga harus ingat bahwa Tuhan setia mengampuni kalau kita sudah sungguh menyesali kesalahan kita (1Yoh. 1:9). Berdasarkan pengampunan-Nya tersebut, Dia mengharapkan kita untuk dapat melangkah maju dan merenda masa depan yang lebih baik, bukan untuk berkubang dalam penyesalan tiada ujung. —ALS