Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Tuesday 02 September 2025

MENGAMPUNI DIRI SENDIRI

Lukas 15:11-32


Seorang pemain sepakbola melakukan kesalahan fatal yang mengakibatkan tim lawan mendapatkan sebuah gol. Ia sedih, tapi sang kapten segera mendorong untuk melupakan kesalahan dan menyemangatinya untuk bermain dengan lebih baik. Ia pun kemudian bermain dengan segenap kemampuannya dan berhasil memenangkan pertandingan. 

Kemampuan mengampuni diri sendiri adalah sesuatu yang sangat penting. Dengannya, sebuah tragedi akan membuahkan hal-hal yang indah. Tanpanya, sebuah tragedi akan membuahkan tragedi baru. 

Ini pula yang terjadi pada keluarga dalam bacaan Alkitab hari ini. Si bungsu sudah membawa tragedi pada keluarganya dengan pergi untuk berfoya-foya. Tapi karena kasih ayahnya, ketika akhirnya ia pulang, ayahnya langsung mengampuni dan bahkan membuatkan pesta untuknya. Dapat kita bayangkan betapa menyesal dan malunya ia saat itu. Tapi kalau ia berkubang dalam penyesalannya dan menolak pengampunan ayahnya dengan melarikan diri lagi karena merasa malu, hati sang ayah akan kembali hancur dan menghasilkan tragedi yang baru. 

Itu juga yang akan terjadi kalau kita gagal mengampuni diri sendiri meski Tuhan sebetulnya sudah mengampuni kita. Memang penting untuk menyadari keberdosaan kita dan menyesalinya dengan mendalam. Tapi kita juga harus ingat bahwa Tuhan setia mengampuni kalau kita sudah sungguh menyesali kesalahan kita (1Yoh. 1:9). Berdasarkan pengampunan-Nya tersebut, Dia mengharapkan kita untuk dapat melangkah maju dan merenda masa depan yang lebih baik, bukan untuk berkubang dalam penyesalan tiada ujung. —ALS

AMPUNILAH DIRI KITA SENDIRI SEBAB TUHAN TELAH MENGAMPUNI KITA
DAN MELANGKAHLAH MAJU MENUJU MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK