Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Setiap kali berjumpa orang baru, ia yang adalah seorang pemimpin komunitas rohani, selalu menceritakan keluh kesahnya. Ia merasa prihatin karena anggotanya semakin sedikit yang mau aktif bersekutu. Namun, setiap kali mendapat masukan dan saran, Ia selalu menjawab, "Ah, itu sudah pernah saya lakukan, tetapi tidak berhasil."
Apa jadinya jika Simon memberikan jawaban serupa kepada Tuhan Yesus saat Ia memintanya menebarkan jala? Ya, Simon tidak akan pernah mendapatkan sejumlah besar ikan. Beruntung, sekalipun telah sepanjang malam ia bekerja keras tanpa hasil, ia tidak menolak perintah Yesus. Sebaliknya, karena Yesus menyuruhnya, ia patuh: mau menebarkan jala lagi. Simon rela mengulang lagi karena Tuhan Yesus menghendakinya. Kepatuhan Simon membuahkan hasil luar biasa, sampai ia harus memanggil perahu lain untuk datang membantunya.
Iman membutuhkan kepatuhan. Tidak peduli seberapa keras kita harus berjuang, Tuhan mau kita patuh kepada-Nya. Tanpa perbantahan, pantang menyerah, dan putus asa. Mungkin, kita diperhadapkan dengan panggilan yang sulit, melelahkan, bahkan menantang bahaya. Sekalipun teramat berat, bertekun dalam menjalankan tugas dan melakukan yang terbaik adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Sekalipun, tidak tertutup kemungkinan kita mengalami kekecewaan. Pengalaman Simon mengajarkan kepada kita bahwa bagian kita adalah melakukan tugas yang Tuhan berikan. Tetap setia menebarkan jala meski tampaknya tidak segera menangkap apa-apa. Percayakan hasilnya kepada Tuhan saja.