Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan menyembelihnya atau menjualnya, ia harus menggantinya. ”
(Keluaran 22:1)
Dita adalah seorang pemudi yang memiliki bisnis toko online. Suatu saat, seorang pembeli mengaku merasa rugi karena barang yang dikirimkan kepadanya ternyata tidak sesuai dengan pesanan. Dita mencari tahu dan menyadari adanya kelalaian yang dilakukan oleh pihaknya. Dengan cepat, Dita merespons pembeli tersebut, meminta maaf, dan bersedia untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami konsumen. Pembeli tersebut memberikan apresiasi atas tanggung jawab yang Dita tunjukkan dan malah memberikan ulasan yang positif untuk toko online milik Dita.
Dalam kehidupan bersama, kita rentan untuk melakukan kesalahan dan menimbulkan kerugian pada pihak lain. Saat hal itu terjadi, kita dipanggil untuk berani bertanggung jawab. Sikap bertanggung jawab merupakan bagian dari prinsip keadilan yang ditekankan dalam firman Tuhan. Demikianlah bacaan kita hari ini mencerminkan prinsip-prinsip keadilan dan tanggung jawab sosial umat Allah dalam hidup bersama. Seseorang harus berupaya agar tindakannya tidak merugikan pihak lain, sebab ada konsekuensi yang harus ditanggung. Prinsip keadilan dan tanggung jawab yang dipraktikkan oleh umat adalah bagian dari ketaatan mereka pada Allah yang mencintai keadilan.
sebagai orang percaya, marilah kita hidup dalam keadilan, menjaga integritas, dan berusaha untuk tidak merugikan orang lain. Kalaupun kita melakukan kesalahan, marilah kita belajar untuk mengakuinya dan berani bertanggung jawab. Sikap tersebut menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah sekaligus wujud kesaksian kita kepada sesama.
