Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Pernahkah kita merasa terjebak dalam penyesalan? Mungkin karena keputusan di masa lalu yang ternyata berdampak besar, dan kitaterus bertanya-tanya, 'Seandainya saja aku memilih yang lain...'.
Atau mungkin ada kesalahan yang kita perbuat, dan rasanya sulit untuk memaafkan diri sendiri. Rasa bersalah ini perlahan-lahan menggerogoti, membuatmu ragu untuk melangkah maju.
Tapi, renungkanlah ayat ini. Allah setia dan adil, Ia mengampuni segala dosa kita saat kita mengakuinya. Jika Allah saja sanggup mengampuni, mengapa kita begitu sulit mengampuni diri sendiri?
Kadang, kita justru menjadi hakim paling keras untuk diri kita. Kita lupa bahwa pengampunan Allah mencakup kelegaan bagi hati kita juga.
Mengampuni diri sendiri bukan berarti melupakan kesalahan, tapi mengakui bahwa masa lalu tidak harus mengikat masa depan. Setiap orang punya masa lalu. Namun, kita punya pilihan: tetap terjebak di dalamnya atau belajar dan bangkit.
1. Akui Kesalahan dan Belajar darinya
Tak perlu menyangkal. Akui bahwa ada hal yang bisa dilakukan dengan lebih baik. Tapi, berhentilah di sana. Jangan biarkan penyesalan mengisi seluruh pikiran kita. Jadikan itu pelajaran, bukan beban.
2. Afirmasi Positif pada Diri Sendiri
Kata-kata kita pada diri sendiri itu penting. Alih-alih terus berkata, 'Aku bodoh, aku gagal,' cobalah ucapkan, 'Aku sedang belajar. Aku akan lebih baik.' Pengampunan dimulai dari cara kita memandang diri sendiri.
3. Percayalah pada Rencana Tuhan
Apa pun yang terjadi di masa lalu, Tuhan mampu merangkainya untuk kebaikan. Kesalahan masa lalu bukan akhir dari cerita. Kadang, itu adalah jalan menuju pertumbuhan dan kekuatan baru.
- Tuliskan hal-hal yang kamu sesali dan ucapkan doa pengampunan untuk diri sendiri.
- Temui seseorang yang kamu percaya dan ceritakan perasaanmu. Terkadang, mengungkapkan beban membuatnya terasa lebih ringan.
- Lakukan satu hal kecil hari ini yang membuktikan bahwa kamu sedang melangkah maju.
Saudara seiman dan Sahabat, mengampuni diri sendiri memang bukan perkara mudah. Tapi percayalah, kita layak mendapatkan kesempatan kedua. Tuhan telah mengampuni; sekarang saatnya kita melakukan hal yang sama untuk diri kita sendiri.
Jangan biarkan bayang-bayang masa lalu mencuri kebahagiaan masa kini. Melangkahlah dengan damai, karena masa depan masih terbuka lebar dan penuh harapan.