Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
Setiap orang, siapapun dia, apapun status dan kedudukannya, tentu menginginkan kebaikan bagi dirinya dan juga bagi orang lain. Tapi pertanyaannya adalah: bagaimana mewujudkannya?
Bacaan hari ini menegaskan beberapa hal penting untuk mewujudkan keinginan seperti itu. Pertama, Semua hal dalam hidup itu, sumbernya dari Tuhan Allah. Bahkan Tuhan Allah-lah penentu segala sesuatu: penentu hidup, penentu jalan menuju hidup, pengarah keputusan dan berbagai pertimbangan serta kebaikan dan kebijakan. Itu berarti, semua yang baik itu, sumbernya dari Tuhan Allah. Karena itu, jika menginginkan yang baik, maka seseorang harus berada bersama sumber itu: berjalan bersama-Nya, melekat kepadaNya, hidup sesuai kehendakNya. Tuhan Allah yang menentukan kemana kita harus melangkah, yaitu tentunya melangkah kearah yang baik, melangkah ke arah yang menuju kehidupan yang diberkati, bahagia dan sukses. Berada bersama dan melekat denganNya serta mlakukan kehendakNya menjadi pintu masuk terhadap berbagai kebaikan yang dapat terjadi atas hidup dan berbagai kebaikan yang dapat dihasilkan dari hidup. Kedua, Mulailah berpikir positif dan bertindak benar. Mulai hal itu dari hati. Pakai hati untuk pikir setiap jalan-jalan yang harus dilalui. Pakai hati untuk pikir setiap keputusan yang harus diambil. Pakai hati untuk mempertimbangkan segala hal yang menyangkut kebaikan dan kebajikan dalam hidup. Berkatalah benar dan jujur dengan bibir mulut sebab orang-orang yang melakukannya dikenaan oleh raja dan dikasihi oleh Tuhan. Berkatalah benar dan jujur karena perkataan adalah pemberitaan dan perkataan adalah doa. Ketiga, apapun status, jabatan dan kedudukan kita, hati-hatilah atau bijaklah dalam bertindak agar kita tidak salah sebab apa yang kita putuskan itu mencerminkan keputusan Allah. Ketika keputusan kita baik, ada kehidupan yang turun seperti awan musim semi yang cerah dan sejuk. Gunakalan kasih karunia Allah yang ada ada kita itu untuk menjadi jemabatan bagi orang lain menuju hidup yang diberkati.
Jadi, untuk mewujudkan kebaikan untuk kita dan bagi orang lain, maka :
1. Hiduplah bersama Tuhan Allah sumber hidup,
2. Mulai berpikir positif dan bertindak benar, dan
3. Pakailah status, jabatan dan kedudukan yang Allah anugerahkan kepada kita untuk jadi jembatan orang lain diberkati.