Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk." Mazmur 145:14
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus menyandang predikat baru sebagai orang benar. Sebagai orang benar kita seringkali beranggapan bahwa perjalanan hidup yang kita tempuh akan terus mulus dan mustahil untuk jatuh. Tetapi Daud menulis: "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya." (Mazmur 37:23-24). Artinya orang benar bisa saja jatuh sewaktu-waktu. Contohnya adalah kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan serupa dan segambar dengan-Nya ternyata juga bisa jatuh. Tapi kejatuhan mereka adalah sebagai akibat dari ketidaktaatan mereka sendiri, karena termakan oleh tipu muslihat dari si Iblis.
Alkitab menegaskan bahwa sebagai orang percaya kita ini telah dibenarkan, dikuduskan dan ditebus di dalam Kristus Yesus. Namun bukan berarti kita dapat berjalan dengan santai tanpa gangguan. Mengapa? Karena Iblis tidak pernah berhenti berusaha untuk "...mencuri dan membunuh dan membinasakan;" (Yohanes 10:10a), ia selalu mencari kesempatan dan "...menunggu waktu yang baik." (Lukas 4:13), "...berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Sedikit saja orang benar lengah ia akan menjadi sasaran empuk bagi Iblis. Selama Iblis masih ada maka ada kemungkinan orang benar bisa mengalami kejatuhan bukan hanya sekali atau dua kali, bahkan bisa saja lebih. Banyak faktor yang membuat seseorang jatuh: masalah, penderitaan, pencobaan atau karena kesalahan sendiri.
Namun selama kita masih berada di zaman anugerah, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bangkit. "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16). Karena itu Tuhan Yesus memperingatkan: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41).
"...siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" 1 Korintus 10:12