Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Sunday 26 March 2023

FOKUS KEPADA TUHAN

Baca : 1 Korintus 7 : 17 - 40

Pendeknya, orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu. (1 Korintus 7:31)


Korintus adalah kota yang kaya. Korintus menjadi pusat perdagangan yang berkembang dan juga menjadi kota industri. Sayangnya, Korintus terkenal dengan percabulan dan hawa nafsunya. Bahkan dalam 1Kor. 5:1, Paulus menyebutkan bahwa percabulan yang terjadi di Korintus bahkan tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.

Tak heran jika ajaran Paulus kepada jemaat Korintus terdengar sangat keras dan tidak biasa. Orang yang beristri harus berlaku seolah-olah tidak beristri, yang menangis seolah-olah tidak menangis, yang bergembira seolah-olah tidak bergembira, yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Bukan karena Paulus membenci orang yang menikah, tidak senang melihat orang berbahagia, enggan melihat orang berduka atau iri melihat orang berpunya. Paulus ingin menekankan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan umat adalah menggunakan waktu yang singkat di dunia ini untuk memuliakan Tuhan.

Fokus hidup orang percaya adalah Tuhan. Bukan dirinya, apalagi kesenangan dan nafsu duniawinya. Lagi pula, dari Tuhanlah segala berkat dan keselamatan sejati kita. Semua hal yang ada di dunia merupakan sarana untuk memuliakan Tuhan, termasuk pernikahan. Menikah demi menghalalkan nafsu badani sebagaimana yang dihidupi orang-orang Korintus tentu bukan tujuan pernikahan kudus yang Tuhan kehendaki. Demikian pula dalam menanggapi setiap situasi. Hendaklah kiranya kita mampu mengendalikan diri supaya hati kita jangan dikendalikan oleh kondisi dunia.

 

BUKAN MENGABAIKAN KEHIDUPAN DUNIA, HANYA,
JANGAN MENJERUMUSKAN DIRI KE DALAMNYA
HINGGA MENGHALANGI KASIH KEPADA BAPA