Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"...sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka." 1 Tesalonika 4:12
Kita pasti senang ketika melihat ada orang yang sopan. Sebaliknya kita akan mengelus dada jika melihat ada orang yang berlaku norak, tidak punya sopan santun. Secara umum arti kata 'sopan' adalah hormat, tertib menurut adat yang baik, baik budi bahasa dan sebagainya. Sikap inilah yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya! Orang percaya yang berlaku tidak sopan hanya akan menjadi cemoohan, batu sandungan bagi orang lain dan mempermalukan nama Tuhan. "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia..." (1 Petrus 1:18), supaya kita memiliki kehidupan yang berbeda dengan dunia. Sepatutnya kita merasa malu jika melakukan perbuatan-perbuatan yang tak sopan, malu hidup dengan cara-cara dunia.
Berlaku hidup sopan berarti hidup dalam kekudusan, "...Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu," (1 Tesalonika 4:3). Hidup kudus adalah kehendak Tuhan yang tidak bisa ditawar lagi. "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:15-16). Orang berlaku tidak sopan karena hidupnya dikendalikan oleh nafsu kedagingannya, sedangkan hidup Kristiani adalah hidup yang dikendalikan dan dikontrol oleh Roh Kudus. Rasul Paulus menasihati, "...hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki." (Galatia 5:16-17).
Berlaku hidup sopan adalah hidup tenang, tidak suka ribut, tidak menyampuri urusan orang lain, dan bukan pemalas. "Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu," (1 Tesalonika 4:11). Bagaimana bisa menjadi berkat dan terang bagi dunia, jika dalam hidup keseharian kita berlaku sangat tidak sopan?
Di mana pun berada dan kapan pun waktunya kita harus bisa menjaga perkataan dan perbuatan kita sesuai firman Tuhan!