Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Tuesday 25 July 2023

GUNUNG BUKAN SUMBER PERTOLONGAN

Baca: Mazmur 121:1-8

"Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."  Mazmur 121:2

Alkitab menyatakan bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk  (baca  Keluaran 32:9).  Mereka mudah sekali melupakan kebaikan Tuhan.  Karena itu mereka perlu selalu diingatkan bahwa tidak ada pertolongan lain selain dari Tuhan.  Ayat nas ini biasanya dibacakan ketika umat Israel hendak memulai ibadah di Bait Suci di Yerusalem atau ketika mereka sedang melakukan ziarah ke Bait Allah.  Pernyataan, seruan atau pengakuan yang dibacakan sebelum ibadah dimulai ini disebut votum.  Ini bukan sekedar pernyataan atau pengakuan biasa sebagai pembuka ibadah, melainkan sebuah pengakuan terhadap kemahakuasaan Tuhan.  Seruan atau pernyataan adalah hal penting untuk didengar dan diketahui semua orang bahwa sumber pertolongan itu datangnya dari Tuhan, bukan yang lain.

     Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan berusaha mencari pertolongan kepada berhala-berhala, seperti benda-benda keramat, patung, pohon atau kuburan.  Mereka berpikir bahwa berhala-berhala itu dapat memberikan pertolongan atau solusi untuk setiap masalah yang dihadapi, padahal  "Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya."  (Mazmur 135:15-18).  Mereka juga pergi ke laut atau gunung-gunung untuk mencari perlindungan dan keselamatan.  Hasilnya?  Nihil.  Pemazmur membuktikannya:  "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?"  (Mazmur 121:1).  Tidak ada pertolongan di sana!

     Bagi umat Israel pertolongan datang bukan dari laut atau gunung, tetapi dari Tuhan yang adalah pencipta langit dan bumi dan seluruh isinya.  Dengan kata lain, yang menjadi sumber pertolongan umat Israel bukanlah benda-benda mati atau berhala-berhala buatan tangan manusia, tetapi Tuhan yang hidup, Tuhan yang tidak pernah tertidur dan terlelap.  Tuhanlah yang menjadi Penjaga Israel dari sekarang sampai selamanya!

Biarlah setiap orang percaya berkata,  "Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."  Mazmur 124:8