Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"...jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan." 1 Timotius 6:11
Tuhan memanggil kita bukan hanya sebatas untuk diselamatkan, melainkan lebih daripada itu, yaitu supaya kita memiliki kehidupan yang semakin hari semakin serupa dengan Kristus. Jadi, Tuhan "...memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus." (1 Tesalonika 4:7). Tuhan menghendaki kita hidup di dalam kekudusan, "...sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:15).
Kekudusan mungkin hal yang sering kita bicarakan, namun juga sekaligus hal yang sering dihindari. Hidup kudus bagi setiap orang percaya bukan sekedar saran, anjuran atau nasihat saja, tetapi sebuah keharusan atau perintah, dan itu menuntut ketaatan kita yang telah dipanggil sebagai anak-anakNya.
Untuk menjadi kudus atau serupa dengan Kristus diperlukan proses yang harus kita kerjakan terus-menerus: 1. Menjauhi segala kejahatan. Tuhan memerintahkan kita untuk lari menjauhi dosa. Bukankah perintah ini sering kita dengar? Meski demikian kita masih saja mengeraskan hati dan tidak mau taat. Dalam 1 Korintus 6:18 dikatakakn: "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah. -dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:..." (1 Korintus 6:18-20a) dan juga "...jauhilah penyembahan berhala!" (1 Korintus 10:14).. Termasuk juga tentang cinta uang: "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang." (1 Timotius 6:10a). Firman Tuhan memperingatkan kita agar menjauhi itu semua (percabulan, penyembahan berhala dan cinta uang). Menjauhi berarti ada tindakan dari kita untuk lari menjauh, bukan hanya diam. Apabila kita hanya diam, semuanya itu tidak akan lari dari kita, namun akan kian mendekat. 2. Mengejar perkara-perkara rohani (kebenaran). Apa saja yang harus kita kejar? Keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Bukankah masih banyak orang Kristen yang menganggap remeh atau sepele jam-jam ibadah?