Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Saturday 30 July 2022

MENGALAMI KERAJAAN ALLAH: Menjadi Seperti Anak Kecil

Baca: Markus 10:13-16

"Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah."  Markus 10:14

Tuhan Yesus rindu agar umatNya mengalami Kerajaan Allah dalam hidupnya, yang bukan saja akan kita alami saat kita bertemu dengan Dia di sorga kelak, tetapi Kerajaan Allah itu seharusnya juga kita alami saat kita masih hidup di bumi ini.  Ada pun yang menjadi ukuran bahwa kita mengalami kerajaanNya bukanlah dari banyaknya harta yang kita miliki (uang, mobil mewah, rumah megah) atau tingginya jabatan dan kedudukan kita dalam masyarakat,.  "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus."  (Roma 14:17).  Mengalami Kerajaan Allah berarti dalam hidup kita ada sukacita, ketenangan, damai sejahtera dan sebagainya.

     Bagaimana caranya agar kita bisa mengalami KerajaanNya?  Kita harus menjadi seperti seorang anak kecil:  1.  Sederhana dan polos.  Sedangkan lawan dari sederhana dan polos adalah licik.  Contohnya adalah Yudas Iskariot.  Saat di taman Getsemani ia mencium Yesus, padahal di balik itu ada niat jahat, yaitu hendak menjual Yesus.  Orang yang hidup dalam kemunafikan (bermuka dua) tidak akan mengalami Kerajaan Allah dalam hidupnya.

     2.  Mudah untuk diajar.  Dalam Amsal 9:9 dikatakan,  "berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah."  Seorang anak kecil juga mudah untuk diajar.  Sudahkah kita memiliki hati yang mudah diajar dan dibentuk?  Ataukah hati kita masih keras dan sulit menerima teguran?  Bukankah masih banyak orang Kristen yang sulit sekali menerima teguran?  Kita gampang sekali tersinggung dan sakit hati ketika menerima firman Tuhan yang keras.  Ayub berkata,  "Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah;  sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.  Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat;  dia yang memukuli, tetapi yang di tangan-Nya menyembuhkan pula."  (Ayub 5:17-18).

     3.  Percaya penuh pada bapanya.  Seorang anak kecil memiliki kepercayaan penuh kepada ayahnya.  Ia tidak pernah kuatir tentag apa pun karena semua kebutuhannya terpenuhi.  Kita juga harus percaya penuh kepada Tuhan dan jangan sekali-kali  "...bersandar kepada pengertianmu sendiri."  (Amsal 3:5).

Kita harus berubah, supaya Kerajaan Allah dapat kita alami dan rasakan setiap hari.