Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Allah berfirman kepada Yakub: ‘Bersiaplah, pergilah ke Betel dan diamlah di sana; buatlah mezbah di sana bagi Allah.’”
Tuhan memerintahkan Yakub untuk kembali ke Betel, tempat pertama kali ia mendirikan altar dan berjumpa dengan Allah. Sebelum Tuhan memulihkan hidup Yakub sepenuhnya, Ia mengarahkannya kembali ke altar. Betel menjadi titik koreksi dalam perjalanan hidup Yakub. Altar itu mengingatkan Yakub akan janji Tuhan yang pernah ia terima. Dari altar itulah hidupnya diarahkan kembali.
Banyak orang mengalami kekacauan arah hidup bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena altar ditinggalkan. Keputusan diambil berdasarkan emosi, ketakutan, atau tekanan lingkungan. Tanpa altar, arah hidup mudah melenceng meskipun tampak berhasil. Altar menjadi tempat Tuhan meluruskan kembali langkah manusia. Tanpa altar, suara Tuhan sulit didengar.
Ketika seseorang kembali membangun altar, Tuhan mulai menata ulang arah hidupnya. Altar membawa kejelasan, pemulihan, dan keteguhan iman. Revival sering kali dimulai bukan dari perubahan luar, tetapi dari perubahan arah di dalam. Tuhan setia menuntun mereka yang mau kembali kepada-Nya. Dari altar, hidup diarahkan kembali sesuai kehendak Tuhan.
Quote:
Altar yang benar menuntun hidup ke arah yang benar.