Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Lalu berkatalah Elia kepada seluruh bangsa itu: ‘Datanglah mendekat kepadaku.’ Maka seluruh bangsa itu mendekat kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah runtuh.”
Sebelum api Tuhan turun, Elia melakukan satu hal yang sering diabaikan: memperbaiki altar yang runtuh. Kekeringan yang dialami Israel bukan hanya masalah alam, tetapi tanda hubungan mereka dengan Tuhan yang telah rusak. Altar yang runtuh mencerminkan hati yang tidak lagi utuh bagi Tuhan.
Banyak orang hari ini juga mengalami kekeringan rohani. Doa terasa hambar, firman tidak lagi berbicara, ibadah dijalani tanpa gairah. Bukan karena Tuhan menjauh, tetapi karena altar dibiarkan runtuh oleh kompromi dan kelalaian.
Tuhan tidak menurunkan api sebelum altar dipulihkan. Revival dimulai saat kita berani jujur, bertobat, dan membangun kembali hubungan yang rusak dengan Tuhan.
Quote: Kekeringan rohani sering dimulai dari altar yang dibiarkan runtuh.