Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: ‘Kepada keturunanmulah Aku akan memberikan negeri ini.’ Maka didirikannyalah di situ mezbah bagi TUHAN… lalu didirikannyalah di situ mezbah bagi TUHAN dan ia memanggil nama TUHAN.”
Setiap kali Tuhan berbicara kepada Abraham, ada satu respons yang selalu muncul: ia membangun altar. Abraham tidak menunda, tidak menawar, dan tidak mencari cara lain. Altar menjadi tempat ia berhenti sejenak dari perjalanan panjangnya untuk menegaskan kembali siapa yang memimpin hidupnya—bukan situasi, bukan masa depan, melainkan Tuhan sendiri.
Hari ini, banyak orang percaya tetap berjalan jauh dalam aktivitas rohani, tetapi lupa berhenti di altar. Kita sibuk bergerak, merencanakan, melayani, namun kehilangan momen perjumpaan dengan Tuhan. Revival terasa jauh karena altar pribadi perlahan ditinggalkan.
Membangun altar berarti dengan sadar kembali memberi ruang bagi Tuhan setiap hari. Revival sejati tidak lahir dari kesibukan rohani, tetapi dari hati yang memilih berhenti dan berjumpa dengan Tuhan.
Quote: Revival selalu dimulai ketika altar kembali dibangun.