Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
“Setelah Salomo selesai berdoa, turunlah api dari langit dan memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu.”
Api Tuhan turun setelah doa dan korban dipersembahkan di altar. Hadirat Tuhan memenuhi rumah TUHAN sebagai tanda perkenanan-Nya. Alkitab menunjukkan bahwa hadirat Tuhan tidak turun secara sembarangan, tetapi merespons altar yang dibangun dengan sungguh-sungguh. Altar menjadi tempat perjumpaan antara Allah dan umat-Nya. Di sanalah kemuliaan Tuhan dinyatakan.
Banyak orang mencari pengalaman rohani yang besar, tetapi mengabaikan fondasinya. Hadirat Tuhan sering diharapkan hadir tanpa altar yang dibangun dengan doa dan penyerahan. Ketika altar diabaikan, ibadah kehilangan kedalaman dan kuasa. Hadirat Tuhan bukan hasil suasana, tetapi hasil hubungan yang benar. Tanpa altar, kerinduan akan hadirat Tuhan menjadi dangkal.
Revival sejati selalu ditandai dengan hadirat Tuhan yang nyata. Ketika altar dibangun dengan hati yang rindu, Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya. Hadirat Tuhan mengubah suasana, memulihkan hati, dan memperbarui iman. Dari altar, umat Tuhan mengalami lawatan-Nya. Revival tidak dapat dipisahkan dari hadirat Tuhan.
Quote:
Di mana altar ditegakkan, di situ hadirat Tuhan dinyatakan.