Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Wednesday 21 September 2022

JANGAN JEMU BERDOA!

Baca: Lukas 18:1-8

"Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"  Lukas 18:7

Umumnya manusia itu gampang sekali putus asa karena tak sabar jika harus menunggu, terlebih-lebih menunggu jawaban doa.  Kita seringkali berubah sikap jika doa kita belum beroleh jawaban, mulai ogah-ogahan untuk berdoa.  Bahkan tidak sedikit dari kita yang menjadi kecewa dan  'patah arang', tak mau lagi beribadah.  Karena itulah Tuhan memberikan  "...suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."  (Lukas 18:1).

     Secara umum kata  'jemu'  memiliki pengertian:  sudah tidak suka lagi karena terlalu sering dan sebagainya:  atau merasa bosan.  Bukankah kita seringkali merasa jemu berdoa, karena seolah-olah doa kita tak pernah mencapai tempat di mana Tuhan berada, bahkan rasanya langit terasa tebal seperti tembaga yang menghalangi doa kita.  Tetapi Tuhan menghendaki kita untuk tetap berdoa, sekalipun kita belum melihat tanda-tanda bahwa doa kita akan dijawab.  Sebagai orang percaya kita ini adalah umat pilihan Tuhan,  "...kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,"  (1 Petrus 2:9), sehingga kita mendapatkan hak istimewa untuk datang mendekat kepada Tuhan, meminta sesuatu kepada-Nya dan beroleh kepastian untuk mendapatkan jawaban doa.  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."  (Matius 7:7).

     Tuhan sama sekali tidak mengulur-ulur waktu, tapi kadang-kadang kita harus belajar bersabar untuk memperoleh segala sesuatu menurut rencana dan waktu Tuhan.  Sesungguhnya apa yang kita perlukan Tuhan sudah sediakan, hanya perlu waktu sedikit lagi jawaban itu dinyatakan bagi kita.  Petani yang menabur benih pun tak langsung menuai dalam waktu semalam,  "...ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi."  (Yakobus 5:7b).  Demikian halnya dengan doa, adakalanya doa memerlukan beberapa waktu lamanya sampai kita mendapatkan jawabannya.  Oleh karena itu janganlah berhenti berdoa sampai Tuhan bekerja!

Teruslah berdoa dan nantikanlah Tuhan, karena waktu-Nya adalah yang terbaik!