Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Sunday 25 September 2022

Pengaruh Uang dan Kekayaan Bagi Manusia

Baca:  Lukas 16:1-9

"Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu,
sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara."  Lukas 16:2
Tuhan menyampaikan pelajaran berharga kepada murid-murid-Nya tentang pengaruh uang
dan kekayaan dalam kehidupan manusia melalui perumpamaan tentang bendahara yang tidak
jujur.  Dikisahkan ada orang kaya yang memercayakan harta kekayaannya kepada hambanya
untuk dikelola, tapi kemudian didapati bahwa hambanya ini telah menyalahgunakan
kepercayaan tuannya ini.  Tuan kaya ini adalah gambaran dari Tuhan, pemilik segala-
galanya.  Sedangkan bendahara yang tidak jujur adalah gambaran dari kita.
     Tuhan telah memercayakan kepada kita segala sesuatu:  talenta, uang, kekayaan, dan
sebagainya.  Semua berkat yang Tuhan percayakan kepada kita itu bukan bertujuan untuk
dinikmati sendiri, tapi harus dikembangkan dan dipergunakan untuk kemuliaan nama Tuhan
dan disalurkan untuk memberkati sesama  (diberkati untuk memberkati).  Jika kita
menyalahgunakan berkat yang Tuhan percayakan kita dapat digolongkan sebagai bendahara
yang tidak jujur.  Jelas sekali bahwa uang dan kekayaan dapat memengaruhi pola pikir dan
juga jalan hidup seseorang.  Dengan kata lain uang dan kekayaan memiliki kekuatan untuk
menjerat dan memikat hati seseorang, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu
berada."  (Matius 6:21), bahkan dapat memerbudak hidup seseorang.  "Sebab oleh memburu
uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan
berbagai-bagai duka."  (1 Timotius 6:10b).  Uang dan kekayaan juga dapat mengubah sikap
hati seseorang, dari rendah hati menjadi sombong, sehingga memandang rendah orang lain.
     Melalui perumpamaan ini Yesus hendak mengingatkan bahwa uang dan kekayaan adalah
sesuatu yang sementara, tidak kekal.  Hal itu tersirat dari pernyataan-Nya,  "...jika Mamon itu
tidak dapat menolong lagi,"  (ayat 9).  Banyak ayat yang mendukung hal itu:  kekayaan itu
sesuatu yang tidak menentu  (baca  1 Timotius 6:17), kekayaan mudah sekali lenyap 
(baca   Amsal 23:5 ).  Apa yang ada pada kita adalah sesuatu yang dipercayakan Tuhan, yang
suatu waktu kelak harus kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
"...kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi
dituntut."  Lukas 12:48b