Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Sebab Kristus adalah 'ya' bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan 'Amin' untuk memuliakan Allah." 2 Korintus 1:20
Kebimbangan adalah salah satu faktor penghalang untuk memperoleh apa yang Tuhan janjikan, selain dosa. Yakobus menulis: "...orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan." (Yakobus 1:6-7). Selama kita membiarkan kebimbangan menari-nari di hati dan pikiran jangan pernah berharap bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan dari Tuhan.
Tuhan Yesus menegaskan, "Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." (Markus 11:23). Bila kita ingin melihat dan mengalami perkara-perkara yang dahsyat dinyatakan di dalam kita, jauhkan segala kebimbangan, dan taruhlah selalu kata 'ya' dalam hati. Masih ada orang Kristen yang menganggap bahwa janji-janji Tuhan itu bohong alias palsu, karena mereka sudah sekian tahun lamanya mengikut Tuhan tapi hidupnya tidak mengalami perubahan yang berarti. Bagaimana dan mengapa janji-janji firman Tuhan tidak tergenapi dalam hidupnya? Karena dalam hati dan pikiran ada 'ya' dan 'tidak'. 'Ya dan tidak' sama sekali tak dapat digabungkan, sama seperti terang dan gelap, "...bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Korintus 6:14).
Bila kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan, kita harus yakin dan membayangkan bahwa kita sudah menerimanya. "...apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24). Mengapa demikian? Sebab "...di dalam Dia hanya ada 'ya'." (2 Korintus 1:19), dan "Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?" (Bilangan 23:19). Karena itu pegang kebenaran firman Tuhan ini, dan percayalah bahwa cepat atau lambat janji-Nya pasti digenapi.
"Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah." Mazmur 12:7