Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Saturday 29 October 2022

UCAPAN KITA MASA DEPAN

Baca: Amsal 13:1-25

"Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan."  Amsal 13:3

Banyak orang tanpa sadar atau mungkin secara sengaja, suka sekali mengucapkan dan menggemakan kata-kata negatif, seperti:  "Aduh sial...usahaku kok gagal terus!;  anakku kok nakal sekali dan susah diatur;  wah celaka...nasibku kok seperti ini terus...!"  Orang tak menyadari bahwa apa yang diucapkan akan menjadi suatu kenyataan di kemudian hari.

     Alkitab mengatakan:  "'Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.' Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan."  (Roma 10:8-9).  Kalau kita senantiasa mengucapkan firman iman maka kita akan menuai hal-hal yang indah dan positif;  kalau pengakuan kita positif tentang Kristus maka kita akan diselamatkan.  Sebaliknya kalau kita tak bisa menahan mulut kita untuk memperkatakan hal-hal yang negatif kita akan mengalami kerugian besar.  "...siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan."  (ayat nas).

     Dalam menangani umat Israel yang tegar tengkuk, selalu mengeluh, mengomel, bersungut-sungut dan tidak mau taat kepada Tuhan Musa pun bersikap tegas:  "Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,"  (Ulangan 30:14-15).  Kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan dapat kita pilih dan kita tentukan sesuai dengan keinginan hati kita.  Akan tetapi  "Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,"  (Ulangan 30:19b).

     Adalah wajib bagi kita untuk menjaga ucapan atau perkataan kita setiap hari!  Belajarlah dari Daud yang sangat berhati-hati dengan ucapannya sehingga ia berdoa,  "Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!"  (Mazmur 141:3).

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu."  1 Petrus 3:10