Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu." Yesaya 2:11
Banyak orang Kristen seringkali hanya terfokus kepada berkat dan promosi. "TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN," (Ulangan 28:13). Mereka lupa bahwa untuk beroleh berkat dan promosi ada proses dan syarat yang harus dipenuhi: "...apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN,"
Perhatikan! Tuhan yang kita sembah bukan Tuhan yang hanya sanggup memberkati dan meninggikan hidup seseorang, tapi Dia juga Tuhan yang bisa merendahkan. Kapan Tuhan akan merendahkan hidup seseorang? Ketika Tuhan mendapati dosa dan pemberontakan di dalam hidup orang itu. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yesaya 59:1-2). Tuhan telah memberkati umat-Nya dengan segala yang terbaik. "Negerinya penuh emas dan perak dan tak terbatas harta bendanya; negerinya penuh kuda dan tak terbatas jumlah keretanya." (Yesaya 2:7), namun bukannya membalas kebaikan Tuhan dengan ketaatan, sebaliknya mereka malah berlaku jahat di hadapan Tuhan. "...di mana-mana mereka melakukan tenung seperti yang di Timur dan sihir seperti orang Filistin...Negerinya penuh berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh tangannya." (Yesaya 2:6, 8). Jelas terlihat betapa sombongnya manusia sehingga mereka lebih memilih untuk sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh tangannya (berhala).
Ketika sombong dan angkuh Tuhan akan merendahkan hidup seseorang. Seberhasil apa pun kita, sadarilah bahwa semua karena anugerah Tuhan. Karena kejahatan yang menjadi-jadi, Tuhan bukan hanya merendahkan, tapi juga membuang mereka (Yesaya 2:6). Akibat dosa dan pemberontakan sungguh sangat mengerikan.
Tak ingin direndahkan oleh Tuhan? Berhentilah berbuat dosa dan jangan sombong.