Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi." Ayub 28:28
Untuk menjadi pengikut Kristus sejati kita tidak bisa menjalani hidup kekristenan ala kadarnya. Rajin ke gereja, memberi persembahan dan terlibat dalam pelayanan tidaklah cukup dan tidak ada artinya jika tidak memiliki hikmat. "Hikmat itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya?" (ayat 20). Hikmat itu datang ketika orang memiliki hati yang takut akan Tuhan. Itulah yang terpenting dalam kekristenan! Apalah artinya menjadi Kristen bertahun-tahun jika tidak disertai hati yang takut akan Tuhan. Karenanya hikmat itu sangat penting, "...memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara." (ayat 18).
Ada banyak orang Kristen yang secara lahiriah tampak rajin beribadah tapi sesungguhnya hati mereka menjauh dari Tuhan. "...bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan," (Yesaya 29:13). Terbukti perilaku mereka di luar jam-jam ibadah atau pelayanan masih berkompromi dengan dosa dan tak segan-segan melakukan segala hal yang menjadi kebencian Tuhan. Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak takut akan Tuhan dan tak mempunyai hikmat, sebab hikmat takkan mungkin mereka temukan di dunia ini. "Kata samudera raya: Ia tidak terdapat di dalamku, dan kata laut: Ia tidak ada padaku." (Ayub 28:14). Jelas sekali bahwa hikmat tak dapat diperoleh di luar Tuhan. Alkitab menyatakan bahwa sumber segala hikmat adalah Kristus, "sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan." (Kolose 2:3).
Bagaimana memperoleh hikmat dari Kristus? Yaitu dengan mempelajari firman-Nya: "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Timotius 3:15-16).
Merenungkan firman Tuhan setiap hari adalah kunci memperoleh hikmat!