Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:
Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.
Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.
Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.
Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.
"Dan itupun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu." 2 Raja-Raja 3:18
Ketika Yoram (raja Israel), Yosafat (raja Yehuda) dan raja Edom bersepakat untuk menempuh perjalanan jauh dengan maksud hendak berperang melawan Moab, di tengah-tengah perjalanan sesuatu yang tak diinginkan terjadi, seperti tertulis: "...sesudah mereka berkeliling tujuh hari perjalanan jauhnya, maka tidak terdapat air untuk tentara dan untuk hewan yang mengikuti mereka." (ayat 9). Saat dalam kesukaran ini segeralah mereka menemui nabi Tuhan (Elisa), atas saran dari pegawai raja Israel, untuk meminta petunjuk dan pertolongan dari Tuhan. Respons Elisa melihat kedatangan mereka? Awal-awalnya Elisa sampai menolak, "Apakah urusanku dengan engkau? Pergilah kepada para nabi ayahmu dan kepada para nabi ibumu." (ayat 13a), tetapi karena di situ ada Yosafat (raja Yehuda), akhirnya hati Elisa pun menjadi luluh dan kemudian ia mengabulkan permintaan mereka. "...jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu." (ayat 14).
Atas petunjuk Tuhan, Elisa memerintahkan mereka untuk memanggil pemetik kecapi: "Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia." (ayat 15). Memainkan kecapi (alat musik) ini berbicara tentang pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Ketika puji-pujian dinaikkan, hati Tuhan disenangkan dan hadirat-Nya akan turun melawat umat-Nya, sebab "...Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel." (Mazmur 22:4); dan di mana ada lawatan Tuhan, sesuatu yang besar dan ajaib pasti dinyatakan di tengah-tengah umat-Nya.
Sementara kecapi dimainkan, Tuhan menyatakan kehendak-Nya, "Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit," (2 Raja-Raja 3:16), meski secara kasat mata "Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum." (ayat 17), bahkan mereka mendapatkan berkat ganda dari Tuhan, "...juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu." (ayat 18b). Pergumulan hidup apa yang sedang Saudara alami?
Sekalipun masalah yang kita alami sepertinya tidak ada jalan keluar, di mata Tuhan itu perkara yang teramat ringan, karena Dia Mahasanggup dan Mahakuasa!