Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Tuesday 29 October 2024

TUHAN PRIORITAS UTAMA

Baca: Keluaran 36:1-7

"Mereka menerima dari pada Musa seluruh persembahan khusus, yang telah dibawa oleh orang Israel untuk melaksanakan pekerjaan mendirikan tempat kudus. Tetapi orang Israel itu masih terus membawa pemberian sukarela kepada Musa tiap-tiap pagi."  Keluaran 36:3

Demi kelancaran pembangunan Bait Suci, orang-orang Israel dengan rela hati membawa persembahan secara sukarela kepada Musa.  Persembahan tersebut mereka bawa kepada Musa tiap-tiap pagi.  Mereka melakukan hal itu bukan karena terpaksa atau dipaksa oleh pihak lain, tapi benar-benar karena dorongan dari hati yang terdalam, sebagaimana yang Musa sampaikan:  "Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN: emas, perak, tembaga,"  (Keluaran 35:5).

     Kata keterangan  'tiap-tiap pagi'  (ayat nas)  menunjukkan bahwa mereka menempatkan kepentingan Tuhan  (perkara rohani)  sebagai prioritas yang utama sebelum mereka mengerjakan pekerjaan lain pada hari itu.  Mereka tidak memberikan persembahan kepada Tuhan dari sisa-sisa berkat yang telah diterimanya, yang setelah dipotong untuk kebutuhan ini dan itu barulah dibawa kepada Musa untuk dipersembahkan, tapi benar-benar persembahan yang terbaik.  Persembahan yang berkenan kepada Tuhan dan menyenangkan hati-Nya adalah persembahan yang didasari kerelaan hati dan kasih kepada Tuhan.  "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya."  (Amsal 3:9-10).

     Bila semua orang percaya menempatkan Tuhan sebagai prioritas hidupnya, sehingga mereka dengan rela hati mau berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan materi untuk mendukung pekerjaan-Nya, maka bukan hanya Injil Kristus yang semakin diberitakan secara luas di muka bumi ini, hamba-hamba Tuhan pun dapat mengerjakan panggilan-Nya bekerja di ladang-Nya secara optimal.

Setiap orang memrioritaskan Tuhan di segala aspek kehidupannya akan memperoleh berkat yang berkelimpahan,  "Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."  Lukas 6:38b