Harapan Baru Regency

Jl. HBR Selatan Komplek Gereja No.3 Bekasi Barat

Kontak

(021) 480 2605

Panduan Renungan Harian

Ada 4 langkah untuk melakukan "Saat Teduh" agar kita dapat berakar kuat di dalam Firman Allah, yang disebut 4M:

M1. MENERIMA FIRMAN

Berdoalah agar Roh Kudus melembutkan hati kita untuk dapat "menerima Firman Tuhan" yang kita baca hari ini, agar kita tidak memberontak terhadap Firman tetapi rela dikoreksi.

M2. MERENUNGKAN FIRMAN

Membaca Firman Tuhan dengan teliti dan serius sampai menemukan kedalamannya, dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat membacanya.

M3. MELAKUKAN DENGAN TEKUN

Lakukan Firman Tuhan terus-menerus sampai menjadi kebiasaan, sebelum melakukan kita perlu juga membuat rencana penerapan yang praktis dan terukur.

M4. MEMBAGIKAN KESAKSIAN ATAU PERTOLONGAN

Ceritakanlah dan saksikan kepada keluarga, teman dan orang yang dekat dengan Anda tentang Pelajaran yang menjadi berkat buat Anda hari ini, sebab orang yang diberkati pasti akan bersaksi.

Sunday 08 January 2023

BOAS: Menjadi Saluran Berkat

Baca: Rut 4:1-17

"Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus."  Rut 4:14

Jika membaca kitab Rut kita akan menemukan salah satu tokoh sentral yang olehnya kehidupan Rut dimuliakan dan terangkat dari keterpurukan.  Dia adalah Boas, anak Salmon, yang merupakan sanak dari keluarga Elimelekh, mendiang suami Naomi.

     Adapun nama Boas memiliki arti padanya ada kekuatan.  Terbukti di dalam diri Boas ada kekuatan yang luar biasa:  ia memiliki kekayaan yang melimpah, terpandang dan sangat berpengaruh di negerinya.  Dengan keberadaannya ini sesungguhnya Boas punya banyak alasan untuk menjadi sombong dan bertindak semena-mena terhadap orang lain.  Namun ia bukanlah sosok yang demikian:  meski menjadi orang  'besar'  ia tetap memiliki kepribadian yang baik, sederhana, rendah hati dan punya kepedulian terhadap orang lain yang hidup dalam penderitaan.  Tak segan-segannya ia terjun langsung ke ladang dan memberi salam kepada pekerjanya,  "TUHAN kiranya menyertai kamu."  (Rut 2:4), makan bersama dengan pekerja-pekerjanya  (baca  Rut 2:14) dan juga tidak malu untuk tidur di tempak pengirikan  (baca  Rut 3:7).

     Di ladang inilah Boas bertemu dengan Rut yang sedang memungut berkas gandum.  Maka ia pun menaruh belas kasihnya kepada Rut dengan memerintahkan para pekerjanya untuk sengaja menjatuhkan sedikit-sedikit dari setiap jelai yang mereka tuai supaya Rut dapat memungut banyak.  Mengapa?  Sebab Boas sudah mendengar kesetiaan yang ditunjukkan Rut terhadap mertuanya  (Naomi)  yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya.  Melihat kebaikan Boas ini Naomi menyarankan agar Rut mau jika diperisteri oleh Boas, karena itu ia diperintahkan untuk diam-diam tidur di dekat kaki Boas.  Singakat cerita, gayung pun bersambut, Boas bersedia menebus dan menjadikan Rut sebagai isterinya dengan tujuan menyelamatkan Rut dan juga menegakkan nama keluarga Naomi di atas milik pusakanya  (baca  Rut 4:10).

     Boas telah meninggalkan teladan hidup yang luar biasa:  kekayaan yang dimiliki tidak sepenuhnya ia nikmati untuk diri sendiri, tapi juga untuk memberkati orang lain.

Melalui garis keturunan Boas pula lahirlah Yesus Kristus, Sang Juruselamat.  Yesus adalah keturunan Daud dan Daud adalah cicit Boas!